SELAMAT DATANG DI BLOG IBU RUMAH TANGGA DAN ANAK
Tampilkan postingan dengan label Anak Aktif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak Aktif. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 November 2015

Olahraga yang pas untuk usia anak


 Olahraga tidak hanya dibutuhkan orang dewasa. anak-anak, termasuk si kecil yang usianya dibawah 6 tahun juga perlu meregangkan ototnya. Tujuan anak-anak berolahraga selain untuk menjaga kebugaran fisiknya dan supaya terhindar dari obesitas

Orang tua yang peduli terhadap kesehatan anaknya harus lebih aktif mengajak anaknya melakukan kegiatan fisik ringan, sedang ataupun berat minimal 15 menit per jam. Beberapa kegiatan yang memenuhi syarat aktivitas ringan dan energik untuk melatih anak usia dibawah 6 tahun. Diantaranya berjalan, menari, dan melompat-lompat tali.
Di bawah 6 tahun
Bila anak belum ingin berolahraga, jangan memaksanya. Anak mengembangkan keterampilan tertentu pada usia yang berbeda-beda. Makanya, jangan membanding-bandingkan anak Anda dengan anak lain. Sepanjang tumbuh kembangnya normal (dan sesuai target!), biarkan ia menguasai keterampilan berdasarkan kemampuannya sendiri.
Beberapa anak enggan berolahraga karena merasa takut gagal atau gampang frustrasi. Lagi-lagi, kenali sinyal-sinyal yang dikirimkan oleh anak dan jangan bosan memberi dorongan.

Berikut ini beberapa jenis olahraga yang pas untuk usia anak:

Umur 2-3 tahun. Olahraga yang sifatnya belum terstruktur, seperti berlari, berayun-ayun, memanjat, dan bermain air. Pada usia 2 tahun, anak sudah mampu melompat dengan satu atau kedua kaki, dan berlari. Pada usia 3 tahun, ia sudah bisa berubah-ubah arah (dari kanan ke kiri, dari depan ke belakang) dengan mudah.

Jumat, 21 Agustus 2015

Gejala Penyakit Pada Anak Di Musim Pancaroba


 Musim pancaroba identik dengan perubahan suhu dari panas dan kering  menjadi dingin dan lembab, musim pancarba ini sering ditandai dengan hujan yang turun lalu kemudian bisa menjadi terik setelah hujan dan juga banyak debu yang dibawa oleh hembusan angin. Nah bunda, pada ssat musim pancaroba seperti sekarang tetap jaga yah kesehatan si kecil, karena dengan musim yang seperti ini imunitas tubuh si kecil akan menurun sehingga lebih rentan terkena penyakit.

Bunda harus tahu dong, penyakit apa saja yang biasanya menyerang si kecil saat musim pancaroba,penyakitnya adalah:


Mungkin, terdengar sepele yah bun tentang demam, namun ternyata demam jangan dianggap enteng loh. Demam memang bukan penyakit, tetapi gejala pada tubuh yang sedang membangun pertahanan terhadap infeksi tetapi demam bisa menjadi awal mula dari berbagai jenis penyakit. Tetap waspada ya bun.

Rabu, 11 Februari 2015

Persiapan mandi buat bayi

Ibu Rumah Tangga | Ibu dan Anak | Rumah Tangga Ibu Anak | Rumah Idaman Ibu dan Anak

Beberapa persiapan perlengkapan yang harus bunda perhatikan saat memulai rutinitas memandikan si kecil baby kita hhmmm moga bermanfaat info ini ya bunda .

Perawatan khusus, mutlak dibutuhkan agar kesehatan kulit bayi terjaga. Apalagi mengingat kulit bayi berperan penting dalam sistem pertahanan kesehatan bayi secara keseluruhan

Persiapan

Sebelum memandikan bayi, persiapkanlah segala keperluan mandi untuk si bayi, antara lain ;

- Bak mandi bayi
- Waslap yang lembut
- Sabun dan shampo bayi
- Handuk kering
- Baby oil, minyak telon, bedak

Minggu, 10 November 2013

Penyakit Amandel Pada Anak

Ibu Rumah Tangga | Ibu dan Anak | Rumah Tangga Ibu Anak | Rumah Idaman Ibu dan Anak

 Amandel adalah jaringan limfe yang berfungsi sebagai pertahanan untuk daerah pada mulut. Apabila amandel membesar diluar ukuran yang di batas normal maka hal ini sangat mengganggu dan membuat anak menjadi sulit bernafas, susah tidur, tidurnya ngorok dan sulit makan. Jika anak-anak mengorok itu berarti ada sumbatan pada jalan nafasnya.

Apabila si anak mengalami infeksi berulang misalnya dalam setahun setiap dua bulan si anak sakit tenggorokan dan demam ataupun batuk berulang maka kemungkinan amandelnya akan diangkat. Amandel dapat menjadi sumber infeksi, tempat kantong tumbuhnya kuman atau bakteri dan tubuh tidak bisa melakukan perlawanan lagi.

Batuk pilek akan sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 5 hari. Jika lebih dari waktu itu maka kemungkinan sudah ada sumber infeksi atau anak mengalami alergi maka segeralah Periksakaan ke dokter.

Pada anak-anak yang mulutnya terbuka pada saat bernafas, pertumbuhan giginya menjadi kurang baik. Pertumbuhan rahang juga akan terganggu, tidurnya tidak nyenyak dan ngorok.

Amandel yang sudah tidak berfungsi dengan baik akan menangkap kuman dan bakteri namun tidak membunuhnya. Hal ini bisa menjadi sumber infeksi yang segera menjalar ke hidung, tenggorokan dan telinga anak. Bila infeksi menjalar ke telinga maka anak akan sering mengalami radang telinga. Hal ini dapat mengakibatkan berkurangnya fungsi pendengaran. Bila meluas ke hidung maka nafasnya akan terganggu dan menjadi penyakit sinusitis.

Jika amandel sudah sangat mengganggu anak sampai dengan gejala-gejala yang di sebutkan tadi dan terapi obat sudah tidak bisa tertangani maka dokter akan mempertimbangkan untuk mengambil tindakan selanjutnya. Gangguan amandel tidak selalu harus di operasi tapi disesuaikan dengan kondisi pada anak tersebut.

Gangguan amandel bisa dicegah dengan menghindari makan makanan yang berbahan pengawet, es dan coklat. Sangat dianjurkan untuk membiasakan makanan dengan pola hidup sehat. Sebaiknya tidak meremehkan apabila anak menderita batuk dan pilek yang tidak kunjung sembuh apalagi disertai dengan demam sebaiknya langsung berkonsultasi ke dokter.

Rabu, 06 November 2013

Manfaat Dari Latihan Bela Diri Untuk Tumbuh Kembang Anak

Ibu Rumah Tangga | Ibu dan Anak | Rumah Tangga Ibu Anak | Rumah Idaman Ibu dan Anak


Anak ikut berlatih bela diri? Tidak masalah. Tentu anak akan mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan yang di lakukannya itu. Berikut adalah beberapa manfaat berlatih bela diri bagi anak seperti yang dituturkan Ester Lianawati, Psi dari Fakultas Psikologi Universitas Kridawacana Jakarta:


1. Motorik lebih kuat.
Gerakan memukul, menendang, merunduk, melompat, menghindar, berputar, berlatih keseimbangan, dan lainnya yang dilakukan ketika anak berlatih bela diri. Belum lagi dengan gerakan-gerakan pemanasan atau gerakan untuk menguatkan otot-otot, seperti berlari, sit up, push up, berjalan jongkok, dan lainnya. Semua gerakan tersebut melatih motorik anak menjadi lebih kuat, cekatan, cepat dan tangkas.

2. Lebih bugar dan sehat.
Tubuh yang secara teratur diajak berolahraga secara otomatis akan meningkatkan kebugarannya, karena otot-otot terlatih untuk bergerak, tidak kaku, dan tidak mudah keseleo atau terkilir. Dengan begitu, sistem metabolisme tubuhpun bekerja lebih baik yang membuat daya tahan tubuh meningkat, sehingga anak tidak mudah sakit. Jadi, tubuhnya akan kembali sehat.

3. Melatih keberanian.
Anak harus menghadapi segala sesuatu dengan segenap kemampuannya, berani berkata jujur dan benar, bertindak benar, berani berinisiatif, berani menolong orang, berani mempertahankan haknya, dan sebagainya. Pasalnya berlatih beladiri bukan saja melatih jurus-jurus tetapi juga mentalnya. Sebelum atau setelah latihan, para pelatih biasanya mengajak siswanya berbincang mengenai apa yang harus siswa lakukan di luar tempat latihan, memotivasi mereka untuk berbuat benar sebagai wujud dari sikap ksatria.

4. Melepas energi negatif.
Pada dasarnya anak memiliki energi negatif. Mungkin karena ia menyimpan kekesalan, kemarahan, kekecewaan, dan lainnya. Energi negatif ini perlu penyaluran yang tepat sasaran. Nah,untuk berlatih bela diri adalah salah satu cara mengeluarkan energi negatifnya dengan cara positif. Ia bisa memukul bantalan karet, berguling di atas matras, melompat, berteriak, berlari, dan lainnya. Jika emosi negatifnya tersalurkan dengan baik, maka secara emosi anak akan merasa lebih nyaman dan emosinya pun bisa lebih stabil.

5. Meningkatkan kedisiplinan dan komitmen
Setiap olahraga bela diri memiliki aturan masing-masing. Salah satunya adalah anak harus disiplin. Ia harus datang tepat waktu, mengikuti instruksi pelatih, harus memakai seragam, tidak boleh bermain-main, harus bekerja sama dengan siswa, saling menghormati, tidak boleh menggunakan kemampuan dengan sembarangan, menolong sesama, dan sebagainya. Latihan seperti ini akan menguatkan serta meningkatkan kedisiplinan dan komitmen anak. Tak mungkin anak juga akan menerapkan disiplin dan komitmen pada hal lain, seperti mengerjakan tugas sekolah, belajar di rumah, datang tepat waktu ke sekolah, menghormati teman, dan lainnya.

6. Meningkatkan kemampuan bersosialisasi.
Di tempat latihan bela diri anak akan bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang: ada pelatih, siswa lain, pengurus, bahkan mungkin orangtua dari teman. Dengan begitu interaksi anak jadi lebih terbuka sehingga ia bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasinya. Beberapa anak mungkin malu-malu, tugas kita lah membangun keberaniannya sehingga bisa bersosialisasi dengan baik.

Kamis, 10 Oktober 2013

Mengatasi Anak Aktif Mendadak Pendiam di Depan Umum

Ibu Rumah Tangga | Ibu dan Anak | Rumah Tangga Ibu Anak | Rumah Idaman Ibu dan Anak

    Senang sekali rasanya memiliki anak yang kritis dan aktif bertanya serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Kondisi tersebut biasanya harus difasilitasi oleh orangtua dengan memberikan ruang kepada anak untuk mengeksplorasi lebih lanjut hingga ia mendapatkan jawaban yang puas. Ketika ada perbedaan perilaku yang ditampilkan anak Bapak saat berada dirumah dan berada di sekolah sebenarnya belum tentu buruk dan biasanya dilatarbelakangi oleh berbagai faktor antara lain kemampuan menempatkan diri sesuai tuntutan lingkungan dan perasaan cemas untuk berbicara didepan umum atau di lingkungan selain lingkungan rumah.
Contoh konkretnya misalnya anak Bapak tidak banyak bertanya di kelas karena ia cukup mengetahui saat yang tepat untuk bertanya atau ada kesepakatan kelas yang dibuat terkait waktu murid untuk bertanya sehingga anak Bapak berusaha untuk mengikuti kesepakatan tersebut.
Mengenai pertanyaan cara mendidik bapak salah atau tidak, hal ini tidak bisa saya jawab langsung karena Bapak tidak memberikan informasi yang lengkap mengenai bagaimana pengasuhan selama ini. Namun, memfasilitasi anak ketika bertanya dan kita memberikan jawaban atau tanggapan atas setiap pertanyaannya sebenarnya sudah cukup baik. ada baiknya selain menjawab, Bapak bisa berdiskusi dengan anak tentang jawaban atas pertanyaannya, atau mengapa ia bertanya seperti itu sehingga dapat melatih kemampuan anak dalam berpikir juga.