SELAMAT DATANG DI BLOG IBU RUMAH TANGGA DAN ANAK
Tampilkan postingan dengan label Perkembangan Usia Bayi 5 Bulan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perkembangan Usia Bayi 5 Bulan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 April 2016

Permainan anak usia 3 tahun


Apa keseharian mainan yang ditekuni anak anda dirumah ?Permaianan memang sesuai dengan selera anak-anak. Ada yang menyukai permainan dengan menggunakan alat dan bermain sendiri adapula anak yang suka bermain dengan cara bersosialisasi dengan teman sebayanya. Anak ada yang menganggap jenis mainan yang berpikir adalah permainan berat membosankan sehingga banyak ditinggalkan. Padahal kini bermainan yang bernilai edukasi sudah mulai mudah untuk didapatkan dan banyak digemari oleh anak-anak.

Semakin anak dewasa, budaya dan ketepatan dalam penyediaan permainan harus disesuaikan dengan kemampuan-kemampuan anak dan harus mendukung perkembangan potensi anak serta lingkungannya.

Berikut ini contoh permainan yang dapat diberikan kepada anak usia 2-3 tahun: 

1. Utak-atik Asyik dngan Puzzle,Anak usia 2-3 tahun tentunya masih sangat senang bermain. Apalagi ketika orang tua masih sibuk dengan pekerjaannya,
seorang anak seringkali diberikan permainan dan dibiarkan anak bermain sendiri. Permainan yang diberikan kepada anak usia 2-3 tahun tentu permainan yang tidak membahayakan, akan tetapi permainan yang dapat menambah pengetahuan anak. Kemampuan dan minat bermain pada anak usia 2 tahun meliputi kemampuan motorik (gerak), kognitif (kemampuan berpikir dan mengamati) dan kemampuan afektif (kemampuan berbahasa dan bersosialisasi). Kemampuan tersebut akan sangat penting karena tidak semua pada usia ini melakukan seluruh kemampuan dan minat yang telah disebutkan tadi. Kemampuan dan minat anak berkembang karena pengaruh interaksi di lingkungannya.
2. Membuat Adonan Plastisin Sendiri Anak usia dini biasanya sangat senang bermain dan bereksplorasi menggunakan plastisin. Membentuk, mengembangkan imajinasi, bereksplorasi dengan keterampilan motoric halus adalah sekian dari sejuta manfaat bermain plastisin. Selain

Minggu, 09 Juni 2013

Perkembangan Usia Bayi 5 Bulan

Ibu Rumah Tangga | Ibu dan Anak | Rumah Tangga Ibu Anak | Rumah Idaman Ibu dan Anak

Meski tampak lemah dan tak berdaya, bayi ternyata sudah mulai mengenali lingkungan sekitarnya di usia 5 bulan. Hal ini disebabkan mekanisme internal dalam otak untuk menerima fakta yang ada di sekelilingnya seperti halnya pada orang dewasa, sudah berfungsi sempurna.

Pada usia bayi yang kelima bulan maka perkembanganya semakin pesat. Sang bayi sudah semakin mahir untuk mempergunakan segala fungi organ tubuhnya. Pada perkembangan bayi 5 bulan, si bayi sudah bisa membuat berbagai suara dengan lidah dan bibirnya. Suara yang paling sering terdengar adalah suara berdecak dan menggumam, selain itu, bayi usia 5 bulan juga sudah bisa dan mulai mempelajari suara-suara disekitarnya dan kemudian menirunya. Ini adalah sebenarnya mekanisme bayi untuk memulai kemampuan berbahasanya. Sehingga anda akan sering mendengar bayi menggumamkan kata-kata atau suara yang sama berulang kali.

Pada fase perkembangan usia inilah juga bayi usia 5 bulan bisa mulai tertawa. Untuk merangsang sang bayi agar tertawa atau membuat suara dengan mulutnya, cobalah membuat tanggapan saat bayi anda tertawa ataupun anda membuat gerakan yang bisa merangsang bayi untuk tertawa. Selain itu, dengan kemampuan awal berbahasanya, bayi usia 5 bulan sudah bisa memberikan suara yang berbeda ketika dia lapar atau sedang pup.

Pada perkembangan bayi 5 bulan, bayi akan lebih suka didudukan dalam posisi tegak walau pada awalnya dia akan bertumpu pada tangannya. Sebaiknya bayi usia 5 bulan anda dudukan dengan cara diberi sandaran bantal atau anda sandarkan ke tubuh anda untuk membuat sang bayi cepat kuat duduk dan menghindari punggung yang bengkok. Pada saat bayi usia 5 bulan duduk anda bisa mengenalkan gelas minum bermoncong. Pilih gelas bermoncong yang mempunyai dua pegangan dan terbuat dari bahan yang tidak tajam dan tidak mudah pecah karena bayi anda akan sering membantingnya atau memukul-mukulkanya ke lantai. Saat mengajari minum dengan gelas bermoncong, maka akan banyak air yang tumpah, maka sebaiknya beri lembaran kain yang menyerap air dibawah dagu bayi saat dia minum.