SELAMAT DATANG DI BLOG IBU RUMAH TANGGA DAN ANAK
Tampilkan postingan dengan label Aroma Bayi Baru Lahir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aroma Bayi Baru Lahir. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Desember 2015

Melangsingkan Perut ibu yang habis melahirkan


Biasanya Setelah masa menyusui ekslusif berakhir, barulah sebaiknya para ibu mulai memikirkan programlangsing setelah melahirkan.Pada masa ini mereka tidak lagi memiliki tuntutan untuk mengkonsumsi makanan-makanan tertentu, sehingga mereka lebih leluasa untuk menjalakan program diet. Namun demikian, meskipun masa 'kebebasan' ini telah tiba, para ibu tidak disarankan untuk teralu berambisi dan membabi buta dalam merencanakan dan menjalankan program langsing setelah melahirkan.Hal ini mengharuskan perempuan untuk tetap selektif menerima dan memilih berbagai tawaran yang datang padanya, seperti pelangsing instant maupun suplemen kilat untuk menurunkan berat badan sebab sebaiknya terlebih dahulu berkonsultasi pada dokter. sebaiknya Anda meniatkanlangsing setelah melahirkan sebagai bonus dari kesehatan optimal dan badan yang proporsional. 

1. Makanlah dengan porsi sedang namun sering
Hindari makan terlalu banyak sebab hal ini dapat memicu penumpukan lemak pada tubuh khususnya perut. Sebaiknya makanlah dengan porsi yang kecil namun sering dilakukan. Contohnya jika Anda biasa dengan makan 1 piring porsi makan, sekarang coba kurangi porsi menjadi setengah piring namun sering dilakukan ketika lapar.

2. Menyusui
hal yang paling dianjurkan untuk mengecilkan perut bucit setelah melahirkan adalah dengan menyusui, selain dapat memberikan asupan gizi yang baik untuk bayi Anda. Memberikan Asi setiap harinya juga dapat mengurangi 5000 kalori yang ada di dalam tubuh.

3. Pilih makanan yang rendah lemak dan kalori
Untuk mengecilkan perut buncit setelah melahirkan, Anda juga harus pandai dalam memilih makanan yang rendah lemak. Namun jangan sampai Anda merubah pola makan semakin berkurang. ingat, anak Anda juga perlu asupan nutrisi dan gizi dari ASI.

Jumat, 31 Juli 2015

semangati Anak untuk belajar

Ibu Rumah Tangga | Ibu dan Anak | Rumah Tangga Ibu Anak | Rumah Idaman Ibu dan Anak

 Hadoh susah banget kalo udah yang namanya ngajak si abang ini buat belajar,nti giliran mulai belajar ada aja alasannya biar waktu belajar itu terbuang dengan percuma .Alasan sakit perutlah ,alasan haus lah, laper lah  waahhhh bawaanya bundanya pasti pusing pala berbie deh.
Bunda ada yang punya pengalaman serupa dengan saya kah ? Tulisan anak saya jelek banget , padahal hampir tiap hari dia saya usahakan buat belajar nulis tegak bersambung loh bunda.Waktu ujian ada beberapa jawaban dia yang gurunya kadang tidak bisa membaca tulisan dia haha :D
Sengaja saya tidak memberikan guru les untuk anak saya,karena saya ingin benar - benar mengerti sampai sejauh mana kemampuan dia dalam menyerap apa yang saya jelaskan saat belajar dirumah .
saya mau berbagi beberapa trik yang bisa bunda pakai untuk sang anak biar lebih semangat belajar :

1. Saat pulang sekolah tanyakan “hai sayang, apa yang menyenangkan hari ini disekolah?” Otomatis otak anak akan mencari hal-hal yang menyenangkan disekolah dan ini secara tidak langsung akan memberitahu sang anak bahwa sekolah adalah tempat yang menyenangkan.

Rabu, 22 Oktober 2014

penyebab dari club foot

Ibu Rumah Tangga | Ibu dan Anak | Rumah Tangga Ibu Anak | Rumah Idaman Ibu dan Anak
Apasih penyebabnya , bahkan diawal - awal saya mengetahui real keadaan anak saya .Diotak saya berfikir keras apa ya sebab kelainan ini,apa faktor keturunan , faktor kurang vitamin , faktor posisi bayi dalam kandungan karena memang saya mengalami posisi bayi sungsang sari usia bayi 4 bln sampai bayi berusia hampir memasuki bulan ke 7 .
ternyata setelah saya cari tau di beberapa sumber ini dia penyebabnya bunda

Apa saja penyebab dari club foot ?
    Club foot terutama idiopatik - penyebabnya tidak diketahui .

    Para ahli mengatakan kondisi ini tidak disebabkan oleh posisi janin dalam rahim .


Terkadang club foot mungkin berhubungan dengan kelainan tulang , seperti spina bifida cystica .
Mendiagnosis club foot

Selasa, 18 Maret 2014

Perawatan Kulit bayi

Ibu Rumah Tangga | Ibu dan Anak | Rumah Tangga Ibu Anak | Rumah Idaman Ibu dan Anak

Hai bunda ,saya mau berbagi tentang perawatan kulit bayi nih.mga bermanfaat buat semua para bunda deh.

Kulit bayi 3X lebih tipis dan renta dibandingkan kulit orang dewasa. maka kita sebagai bundanya sangat perlu merawatnya dengan tepat agar selalu sehat dan terhindar dari iritasi.

saya akan coba sampaikan tips dan cara perawatan kulit bayiyang mungkin dapat bermanfaat bagi para orang tua yang memiliki bayi.
berikut beberapa tips nya ya bunda :
  1. hindari kntak dengan sabun yang keras
  2. kurangi kntak langsung dengan bahan yang dapat menyebabkan iritasi
  3. jaga kelembaban kulit
  4. cegah iritsi akibat bergesekan dengan pakaian / kain
  5. hindari terkena sinar matahari secara berlebihan

Kamis, 14 November 2013

Aroma Harum pada Bayi Baru Lahir Ciptakan Ikatan Ibu dan Anak

Ibu Rumah Tangga | Ibu dan Anak | Rumah Tangga Ibu Anak | Rumah Idaman Ibu dan Anak

Bayi yang baru pertama lahir pasti membuat siapapun yang melihat jatuh cinta karena kelucuannya. Selain itu bayi terkenal memiliki bau yang begitu harum, sehingga banyak orang betah dekat-dekat dengan bayi. Sebenarnya aroma bau apakah itu?

 salah satu studi baru mengungkap bau bayi ini sebenarnya adalah senyawa kimia yang menjadi media komunikasi sekaligus sarana untuk membentuk ikatan antara sang bayi dengan ibunya. Hanya saja bau tersebut menimbulkan reaksi di dalam otak yang serupa dengan makan makanan enak atau bahkan berhubungan intim.

"Sinyal kimiawi yang hanya bisa terdeteksi oleh indra penciuman dan menjadi alat komunikasi antara ibu dan anak ini cukup intens. Dan untuk pertama kalinya studi kami memperlihatkan bahwa bau bayi yang baru lahir, dan menjadi bagian dari sinyal ini, mengaktifkan sirkuit saraf yang berkaitan dengan reward di dalam otak para ibu," ungkap peneliti Dr Johannes Frasnelli dari Montreal University, Kanada seperti dilansir Daily Mail, Kamis (26/9/2013).

"Sirkuit-sirkuit ini juga terlihat aktif ketika Anda mengonsumsi sesuatu saat merasa kelaparan, begitu juga pada orang-orang yang kecanduan obat. Ini semacam mekanisme untuk memuaskan keinginan seseorang," tambahnya.

Dr Frasnelli dan rekan-rekannya menemukan fakta ini setelah mengamati dua kelompok wanita, yang masing-masing berisi 15 orang. Kelompok pertama diketahui baru melahirkan enam minggu sebelum studi, dan kelompok kedua adalah sekumpulan wanita yang tak punya bayi. Kemudian keduanya dipapari piyama berbau bayi baru lahir oleh peneliti sementara otak mereka dipindai.

Dari situ jelas dan fakta, meski baunya bukan berasal dari bayi partisipan sendiri, kadar hormon 'kesenangan' atau dopamine pada bagian otak bernama caudate nucleus partisipan yang baru saja melahirkan terlihat lebih banyak daripada partisipan yang tidak memiliki anak.

Caudate nucleus merupakan bagian pusat pada otak yang memainkan peranan penting dalam proses pembelajaran dan daya ingat. "Dan dopamine sendiri adalah neurotransmiter utama di bagian otak ini.

Dengan kata lain sirkuit ini membuat seseorang ingin makan makanan tertentu dan menyebabkan kecanduan seperti pada rokok dan narkoba. Tapi perlu diingat jika tak semua bau menimbulkan reaksi semacam ini. "Hanya bau-bau yang berkaitan dengan reward saja, misalnya makanan atau aktivitas pemuas keinginanlah yang menyebabkan aktivasi pada sirkuit ini," kata Dr Frasnelli.

Lagipula dopamine juga telah lama dikaitkan dengan kenikmatan berbau seksual dan bentuk gratifikasi lainnya.

Yang jelas studi ini menunjukkan jika bau bayi yang baru lahir memainkan peranan penting dalam membentuk respons emosional antara ibu dan anaknya, terutama dengan menonjolkan fungsi maternal seorang ibu seperti menyusui dan naluri untuk melindungi bayinya.

Selain itu, ikatan antara ibu dan anak ini merupakan produk dari proses seleksi alam dalam sebuah lingkungan di mana ikatan sperti itu begitu penting bagi kelangsungan hidup si bayi yang baru lahir.

"Dan bisa jadi proses persalinan menyebabkan perubahan hormonal yang mempengaruhi sirkuit reward di dalam caudate nucleus ini, tapi tidak menutup kemungkinan proses pembentukan pengalaman juga berperan disini,"

Namun Dr Frasnelli mengaku tak tahu apakah reaksi ini hanya terjadi pada para ibu atau tidak karena para ayah tidak dilibatkan dalam percobaan yang ia lakukan.