SELAMAT DATANG DI BLOG IBU RUMAH TANGGA DAN ANAK

Kamis, 08 Januari 2015

Merawat Bayi Perempuan


Baby bunda berjenis kelamin perempuan hhmm sama dong dengan baby saya nah sekarang saya mau cba berbagi gimana Agar buah hati berkembang dengan baik dan sehat khusus nya baby perempuan , cara merawat bayi perempuan berikut ini bisa Anda terapkan.

Menjaga kulit bayi tetap lembut dan halus

Jangan sembarangan dalam menggunakan produk perawatan bayi berupa krim atau losion. Apalagi bayi bayi yang belum genap berusia satu bulan. Karena kulit bayi sangat sensitif, maka hindari produk yang pembersih atau pewangi yang tidak cocok bagi kulit bayi. Jangan gunakan pula bedak bayi dengan berlebihan, karena produk ini bisa memicu gangguan pada sistem pernafasannya terutama paru-paru. 

Bayi memiliki kuku dengan tekstur lunak atau lembut, berbeda dengan kuku orang dewasa yang keras. Tapi tekstur kuku yang lembut tersebut tetap saja bisa melukai tubuhnya. Hal ini terjadi saat bayi tidak sengaja menggores kulit atau menggaruknya. Oleh karenanya Anda harus ekstra perhatian pada perawatan kukunya. 

Merawat alat kelamin bayi perempuan

Pola perawatan pada alat kelamin bayi perempuan harus dilakukan dengan tepat. Anda bisa mengusap areal alat kelamin memakai kain bersih dan lembut yang dibasahi dengan air hangat. Dalam proses pembersihan ini tidak perlu menerapkan sabun pembersih. Untuk cara mengusap yang tepat adalah dari arah depan, baru kemudian mengarah ke bagian belakang. 

Rabu, 07 Januari 2015

Saat Istri melakukan kesalahan terhadap suami

Ibu Rumah Tangga | Ibu dan Anak | Rumah Tangga Ibu Anak | Rumah Idaman Ibu dan Anak

kala istri melakukan kesalahan bersikap terhadap suami ,istri harus segera berintrpeksi diri.
beberapa hal yang menurut islam tidak boleh dilakukan istri terhadap suaminya adalah melakukan hal - hal berikut ini .

1. Menuntut keluarga yang ideal dan sempurna

Seorang wanita yang hendak menikah, alangkah baiknya jika ia melihat lembaga perkawinan dengan pemahaman yang utuh, tidak sepotong-potong, romantika keluarga beserta problematika yang ada di dalamnya.

2. Nusyus (tidak taat kepada suami)

Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh dan tidak taat kepada suami. Wanita yang melakukan nusyus adalah wanita yang melawan suami, melanggar perintahnya, tidak taat kepadanya, dan tidak ridha pada kedudukan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah tetapkan untuknya.
Seorang istri shalihah akan senantiasa menempatkan ketaatan kepada suami di atas segala-galanya. Tentu saja bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah, karena tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia akan taat kapan pun, dalam situasi apapun, senang maupun susah, lapang maupun sempit, suka ataupun duka. Ketaatan istri seperti ini sangat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan cinta dan memelihara kesetiaan suami.

3. Tidak menyukai keluarga suami
Terkadang seorang istri menginginkan agar seluruh perhatian dan kasih sayang sang suami hanya tercurah pada dirinya. Tak boleh sedikit pun waktu dan perhatian diberikan kepada selainnya. Termasuk juga kepada orang tua suami. Padahal, di satu sisi, suami harus berbakti dan memuliakan orang tuanya, terlebih ibunya.
katan pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan dalam sebuah lembaga pernikahan, namun juga ‘pernikahan antar keluarga’. Kedua orang tua suami adalah orang tua istri, keluarga suami adalah keluarga istri, demikian sebaliknya. Menjalin hubungan baik dengan keluarga suami merupakan salah satu keharmonisan keluarga. Suami akan merasa tenang dan bahagia jika istrinya mampu memposisikan dirinya dalam kelurga suami. Hal ini akan menambah cinta dan kasih sayang suami.

Istri menurut Islam

Ibu Rumah Tangga | Ibu dan Anak | Rumah Tangga Ibu Anak | Rumah Idaman Ibu dan Anak

Islam mengkehendaki agar para perempuan menjadi isteri yang sentiasa bersyukur dan merasa cukup dengan pemberian Allâh dan keberadaan suaminya. Bersyukurlah dengan rezeqi, kesenangan bahkan ketika mendapat musibah pun harus bersyukur karena itu adalah pemberian dari Allâh. Pemberian Allâh itu bukanlah untuk membebankan hamba-Nya tetapi untuk mendidik mereka menjalani kehidupan ini dengan lebih baik

Pernikahan yang sukses adalah pernikahan yang didasarkan pada ketenangan dan kedamaian jiwa yang ada pada diri kedua pasangan secara bersamaan

Istri yang ideal ialah istri yang penyayang, pengasih, rendah hati, menjaga kehormatan dan memiliki kecantikan. Cinta antara suami dan isteri tidak hanya sementara dan tidak bekerja untuk tujuan lemah, tetapi cinta tersebut merupakan kecintaan hati yang suci dan jiwa yang hidup. Cinta maknanya adalah pemberian, hasilnya adalah keindahan dan kegembiraan