Olahraga tidak hanya dibutuhkan orang dewasa. anak-anak, termasuk si kecil yang usianya dibawah 6 tahun juga perlu meregangkan ototnya. Tujuan anak-anak berolahraga selain untuk menjaga kebugaran fisiknya dan supaya terhindar dari obesitas
Orang tua yang peduli terhadap kesehatan anaknya harus lebih aktif mengajak anaknya melakukan kegiatan fisik ringan, sedang ataupun berat minimal 15 menit per jam. Beberapa kegiatan yang memenuhi syarat aktivitas ringan dan energik untuk melatih anak usia dibawah 6 tahun. Diantaranya berjalan, menari, dan melompat-lompat tali.
Di bawah 6 tahun
Bila anak belum ingin berolahraga, jangan memaksanya. Anak mengembangkan keterampilan tertentu pada usia yang berbeda-beda. Makanya, jangan membanding-bandingkan anak Anda dengan anak lain. Sepanjang tumbuh kembangnya normal (dan sesuai target!), biarkan ia menguasai keterampilan berdasarkan kemampuannya sendiri.
Beberapa anak enggan berolahraga karena merasa takut gagal atau gampang frustrasi. Lagi-lagi, kenali sinyal-sinyal yang dikirimkan oleh anak dan jangan bosan memberi dorongan.
Berikut ini beberapa jenis olahraga yang pas untuk usia anak:
Umur 2-3 tahun. Olahraga yang sifatnya belum terstruktur, seperti berlari, berayun-ayun, memanjat, dan bermain air. Pada usia 2 tahun, anak sudah mampu melompat dengan satu atau kedua kaki, dan berlari. Pada usia 3 tahun, ia sudah bisa berubah-ubah arah (dari kanan ke kiri, dari depan ke belakang) dengan mudah.


