SELAMAT DATANG DI BLOG IBU RUMAH TANGGA DAN ANAK

Rabu, 03 Mei 2017

Ciri-Ciri Anak Cacingan dan Cara Mengobatinya

Ibu Rumah Tangga | Ibu dan Anak | Rumah Tangga Ibu Anak | Rumah Idaman Ibu dan Anak

Anak-anak sangat rentan terkena cacingan karena anak-anak selalu aktif dengan apa saja yang disekitarnya. Mereka sering memasukkan benda-benda kedalam mulut dan juga mereka sering bermain tanah yang banyak mengandung telur-telur cacing. Anda harus tau ciri-ciri anak anda jika dia telah terkena cacingan. Jangan anggap sepele karen cacingan dapat mengganggu pertumbuhan anak anda.

Ciri-Ciri Anak Cacingan 

1. Sakit Perut
Ini adalah gejala umum jika anak terkena cacingan, akan tetapi sakit perut bisa juga disebabkan oleh masalah kesehatan lainnya. Sakit perut karena cacingan biasanya muncul berulang atau kambuh-kambuhan dan tidak parah, di samping itu sering kali disertai dengan gejala lainnya seperti di bawah ini.

2. Gatal di Sekitar Anus
Ini adalah gejala cacingan cacing kremi yang sering muncul. Gatal pada anus terjadi ketika cacing mencapai anus untuk bertelur terutama di malam hari atau awal pagi hari sehingga hal ini akan membuat iritasi dan gatal.Tentu gejala ini akan sangat menyebalkan bagi seorang anak, terutama balita dan tak jarang bisa membuat rewel bahkan mengganggu tidur.

3. Feses Berbau Busuk
Tentu saja kotoran atau feses memang baunya tidak sedap, tapi bau yang sangat busuk dari feses anak Anda bisa jadi menunjukkan infeksi di dalam perut yang bisa disebabkan oleh cacing. Namun hal ini juga bisa terjadi akibat makan-makanan tertentu, atau bahkan infeksi bakteri.

4. Susah Tidur 
Sakit perut dan gatal pada anus tentu akan menciptakan kegelisahan dan semua ini dapat menyebabkan susah tidur di malam hari, dan banyak yang tidak menyadari bahwa ini merupakan satu dari sekian banyak tanda-tanda anak cacingan.

5. Badan Kurus
Ketika zat nutrisi penting yang seharusnya di gunakan anak untuk pertumbuhan dicuri oleh cacing, dan ditambah lagi gejala anak cacingan yang berupa tidak nafsu makan, maka kondisi ini akan membuat berat badan anak sulit naik dan bahkan cendrung kurus.

6. Ruam Kulit
Dalam beberapa kasus yang sangat jarang cacing dapat menyebabkan ruam pada kulit atau bercak merah pada tangan dan kaki.

Selasa, 02 Mei 2017

Ciri-ciri dan Pencegahan Mata Minus Pada Anak

Ibu Rumah Tangga | Ibu dan Anak | Rumah Tangga Ibu Anak | Rumah Idaman Ibu dan Anak

Sekarang ini kita lihat sudah banyak sekali anak-anak yang menggunakan kacamata. Bukan kacamata untuk bergaya tetapi kacamata minus yang mereka pakai. Di usia mereka seharusnya mata mereka sedang berkembang danbekerja secara optimal. Dalam istilah kedokteran, mata minus disebut Miopi atau Rabun Jauh. Dimana mata tidak bisa melihat benda pada jarak jauh. Pandangan mata akan kabur apabila melihat benda yang terlalu jauh. Miopi ini bisa bertambah seiring dengan pertambahan usia anak.

Sebagai orang tua kita harus memperhatikan setiap tumbuh kembang anak kita. Kita harus tau jika anak kitaterkena rabun jauh sehingga dapat cepat ditangani. Apalagi sekarang ini ada gadget yang sering mereka
mainkan. Jika mereka terlalu lama melihat layar gadget maka akan berdampak buruk bagi pengelihatannya. Anak yang telah terkena rabun jauh memiliki beberapa ciri-ciri umum.

Senin, 01 Mei 2017

langkah-langkah penanganan awal jika terjadi mimisan pada anak

Ibu Rumah Tangga | Ibu dan Anak | Rumah Tangga Ibu Anak | Rumah Idaman Ibu dan Anak

 langkah-langkah penanganan awal jika terjadi mimisan pada anak:
  1.     Tenangkan anak agar Anda lebih mudah melakukan pertolongan. Perlihatkan kepada anak bahwa Anda terbiasa bersikap tenang dalam menghadapi hal ini.
  2.     Dudukkan anak dengan posisi kepala agak menunduk. Minta agar dia tidak bersandar untuk menghindari kemungkinan darah mengalir dari saluran hidung bagian dalam ke tenggorokan, kerongkongan, atau keluar melalui Jika ini terjadi, kemungkinan dapat menyebabkan anak tersedak. Selain itu, anak bisa mengalami batuk atau muntah.
  3.     Tutup hidung menggunakan tisu atau lap dengan cara menekan bagian hidung yang lunak. Tetapi, hindari memasukkan tissue atau lap ke hidung dengan maksud menghentikan perdarahan. Tekan bagian hidung yang lunak tersebut selama sekitar 10 menit dengan kekuatan tekanan yang stabil. Tujuannya untuk menghentikan perdarahan.
  4.     Setelah 10 menit, lepaskan. Perhatikan, apakah perdarahan sudah berhenti atau belum.
  5.     Jika perdarahan belum berhenti, ulangi langkah tersebut.
  6.     Mintalah anak bernapas melalui mulut.