Ibu Rumah Tangga | Ibu dan Anak | Rumah Tangga Ibu Anak | Rumah Idaman Ibu dan Anak
Penyakit apa saja sih yang bisa diturunkan orangtua ataupun keluarga kepada anak ? yah penyakit Asma
Dari sebuah penelitian, 30% penyakit asma diturunkan oleh orangtua. Dan faktor dari genetika ibu lebih kuat dibandingkan faktor sang ayah. Penelitian lain menyebutkan orangtua penderita asma kemungkinan 8-16 kali menurunkan asma dibandingkan dengan orangtua yang tidak asma.
Bila salah satu orangtua menderita asma, maka besar kemungkinan bayi yang dilahirkan dapat menderita asma. Oleh sebab itu bayi yang baru lahir sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat nasehat agar anaknya tidak mengalami serangan asma. Seperti beberapa hal yang perlu dijaga, menjaga kebersihan rumah dari debu yang merupakan salah satu penyebab timbulnya asma, menjauhi makanan yang beresiko menimbulkan alergi, membersihkan hewan peliharaan.
Bila pada akhirnya si kecil sudah terlanjur terkena asma, cobalah lakukan beberapa hal dibawah ini agar asma nya dapat terkontrol dan tidak mengganggu aktivitasnya, antara lain :
* Pakailah obat asma sesuai anjuran dokter, dan upayakan obat hirup sebelum terpaksa menggunakan obat minum / oral
* Hindari hal-hal yang menjadi penyebab timbulnya serangan asma.
* Hindari aktivitas fisik / olahraga yang berlebihan karena hal ini menyebabkan asma cepat kambuh
* Jauhi stress dengan gaya hidup sehat dan lebih rileks
* Lakukan olahraga teratur agar si kecil tetap bugar
Kamis, 07 November 2013
Rabu, 06 November 2013
Manfaat Dari Latihan Bela Diri Untuk Tumbuh Kembang Anak
Ibu Rumah Tangga | Ibu dan Anak | Rumah Tangga Ibu Anak | Rumah Idaman Ibu dan Anak
Anak ikut berlatih bela diri? Tidak masalah. Tentu anak akan mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan yang di lakukannya itu. Berikut adalah beberapa manfaat berlatih bela diri bagi anak seperti yang dituturkan Ester Lianawati, Psi dari Fakultas Psikologi Universitas Kridawacana Jakarta:
1. Motorik lebih kuat.
Gerakan memukul, menendang, merunduk, melompat, menghindar, berputar, berlatih keseimbangan, dan lainnya yang dilakukan ketika anak berlatih bela diri. Belum lagi dengan gerakan-gerakan pemanasan atau gerakan untuk menguatkan otot-otot, seperti berlari, sit up, push up, berjalan jongkok, dan lainnya. Semua gerakan tersebut melatih motorik anak menjadi lebih kuat, cekatan, cepat dan tangkas.
2. Lebih bugar dan sehat.
Tubuh yang secara teratur diajak berolahraga secara otomatis akan meningkatkan kebugarannya, karena otot-otot terlatih untuk bergerak, tidak kaku, dan tidak mudah keseleo atau terkilir. Dengan begitu, sistem metabolisme tubuhpun bekerja lebih baik yang membuat daya tahan tubuh meningkat, sehingga anak tidak mudah sakit. Jadi, tubuhnya akan kembali sehat.
3. Melatih keberanian.
Anak harus menghadapi segala sesuatu dengan segenap kemampuannya, berani berkata jujur dan benar, bertindak benar, berani berinisiatif, berani menolong orang, berani mempertahankan haknya, dan sebagainya. Pasalnya berlatih beladiri bukan saja melatih jurus-jurus tetapi juga mentalnya. Sebelum atau setelah latihan, para pelatih biasanya mengajak siswanya berbincang mengenai apa yang harus siswa lakukan di luar tempat latihan, memotivasi mereka untuk berbuat benar sebagai wujud dari sikap ksatria.
4. Melepas energi negatif.
Pada dasarnya anak memiliki energi negatif. Mungkin karena ia menyimpan kekesalan, kemarahan, kekecewaan, dan lainnya. Energi negatif ini perlu penyaluran yang tepat sasaran. Nah,untuk berlatih bela diri adalah salah satu cara mengeluarkan energi negatifnya dengan cara positif. Ia bisa memukul bantalan karet, berguling di atas matras, melompat, berteriak, berlari, dan lainnya. Jika emosi negatifnya tersalurkan dengan baik, maka secara emosi anak akan merasa lebih nyaman dan emosinya pun bisa lebih stabil.
5. Meningkatkan kedisiplinan dan komitmen
Setiap olahraga bela diri memiliki aturan masing-masing. Salah satunya adalah anak harus disiplin. Ia harus datang tepat waktu, mengikuti instruksi pelatih, harus memakai seragam, tidak boleh bermain-main, harus bekerja sama dengan siswa, saling menghormati, tidak boleh menggunakan kemampuan dengan sembarangan, menolong sesama, dan sebagainya. Latihan seperti ini akan menguatkan serta meningkatkan kedisiplinan dan komitmen anak. Tak mungkin anak juga akan menerapkan disiplin dan komitmen pada hal lain, seperti mengerjakan tugas sekolah, belajar di rumah, datang tepat waktu ke sekolah, menghormati teman, dan lainnya.
6. Meningkatkan kemampuan bersosialisasi.
Di tempat latihan bela diri anak akan bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang: ada pelatih, siswa lain, pengurus, bahkan mungkin orangtua dari teman. Dengan begitu interaksi anak jadi lebih terbuka sehingga ia bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasinya. Beberapa anak mungkin malu-malu, tugas kita lah membangun keberaniannya sehingga bisa bersosialisasi dengan baik.
Anak ikut berlatih bela diri? Tidak masalah. Tentu anak akan mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan yang di lakukannya itu. Berikut adalah beberapa manfaat berlatih bela diri bagi anak seperti yang dituturkan Ester Lianawati, Psi dari Fakultas Psikologi Universitas Kridawacana Jakarta:
1. Motorik lebih kuat.
Gerakan memukul, menendang, merunduk, melompat, menghindar, berputar, berlatih keseimbangan, dan lainnya yang dilakukan ketika anak berlatih bela diri. Belum lagi dengan gerakan-gerakan pemanasan atau gerakan untuk menguatkan otot-otot, seperti berlari, sit up, push up, berjalan jongkok, dan lainnya. Semua gerakan tersebut melatih motorik anak menjadi lebih kuat, cekatan, cepat dan tangkas.
2. Lebih bugar dan sehat.
Tubuh yang secara teratur diajak berolahraga secara otomatis akan meningkatkan kebugarannya, karena otot-otot terlatih untuk bergerak, tidak kaku, dan tidak mudah keseleo atau terkilir. Dengan begitu, sistem metabolisme tubuhpun bekerja lebih baik yang membuat daya tahan tubuh meningkat, sehingga anak tidak mudah sakit. Jadi, tubuhnya akan kembali sehat.
3. Melatih keberanian.
Anak harus menghadapi segala sesuatu dengan segenap kemampuannya, berani berkata jujur dan benar, bertindak benar, berani berinisiatif, berani menolong orang, berani mempertahankan haknya, dan sebagainya. Pasalnya berlatih beladiri bukan saja melatih jurus-jurus tetapi juga mentalnya. Sebelum atau setelah latihan, para pelatih biasanya mengajak siswanya berbincang mengenai apa yang harus siswa lakukan di luar tempat latihan, memotivasi mereka untuk berbuat benar sebagai wujud dari sikap ksatria.
4. Melepas energi negatif.
Pada dasarnya anak memiliki energi negatif. Mungkin karena ia menyimpan kekesalan, kemarahan, kekecewaan, dan lainnya. Energi negatif ini perlu penyaluran yang tepat sasaran. Nah,untuk berlatih bela diri adalah salah satu cara mengeluarkan energi negatifnya dengan cara positif. Ia bisa memukul bantalan karet, berguling di atas matras, melompat, berteriak, berlari, dan lainnya. Jika emosi negatifnya tersalurkan dengan baik, maka secara emosi anak akan merasa lebih nyaman dan emosinya pun bisa lebih stabil.
5. Meningkatkan kedisiplinan dan komitmen
Setiap olahraga bela diri memiliki aturan masing-masing. Salah satunya adalah anak harus disiplin. Ia harus datang tepat waktu, mengikuti instruksi pelatih, harus memakai seragam, tidak boleh bermain-main, harus bekerja sama dengan siswa, saling menghormati, tidak boleh menggunakan kemampuan dengan sembarangan, menolong sesama, dan sebagainya. Latihan seperti ini akan menguatkan serta meningkatkan kedisiplinan dan komitmen anak. Tak mungkin anak juga akan menerapkan disiplin dan komitmen pada hal lain, seperti mengerjakan tugas sekolah, belajar di rumah, datang tepat waktu ke sekolah, menghormati teman, dan lainnya.
6. Meningkatkan kemampuan bersosialisasi.
Di tempat latihan bela diri anak akan bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang: ada pelatih, siswa lain, pengurus, bahkan mungkin orangtua dari teman. Dengan begitu interaksi anak jadi lebih terbuka sehingga ia bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasinya. Beberapa anak mungkin malu-malu, tugas kita lah membangun keberaniannya sehingga bisa bersosialisasi dengan baik.
Selasa, 05 November 2013
Olahraga Aman Pertama Kehamilan
Ibu Rumah Tangga | Ibu dan Anak | Rumah Tangga Ibu Anak | Rumah Idaman Ibu dan Anak
Berbagai
bentuk gejala yang ditimbulkan oleh kehamilan, mudah sekali membuat wanita
merasa tidak nyaman. Mulai dari pagi sickness hingga kelelahan yang timbul
karena perubahan dalam fisik ibu. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman di titik
awal kehamilan, Anda bisa melakukan olahraga atau latihan fisik.
Sebenarnya
ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala-gejala kurang nyaman
ini. Namun berikut ini akan dijelaskan cara menanggulanginya dengan cara
olahraga. Di bawah ini adalah olahraga atau kegiatan fisik yang baik dilakukan
di trimester pertama, seperti dilansir dari situs Healthline.
Senam Aerobik Ringan
Banyak
sekali manfaat yang didapat dari senam aerobik ringan. Di antaranya seperti
meningkatkan kadar oksigen, mencegah ambeien, meningkatkan kekuatan otot serta membakar
kalori. olahraga ini meliputi gerakan-gerakan menarik napas yang
meningkatkan kerja jantung.
Berjalan
Berjalan
adalah olahraga paling mudah dan praktis untuk dilakukan. Dengan
berjalan, tak terasa kalori dalam tubuh ibu akan terbakar tanpa melakukan
kegiatan fisik yang berat. Tapi usahakan untuk menggunakan sepatu yang nyaman
dan jangan berjalan terlalu jauh.
Berenang
Berenang
dapat merenggangkan otot-otot Anda, sehingga akan mempermudah saat proses
kelahiran. Melakukan olahraga ini minimal tiga kali seminggu selama 20 menit
dapat menjaga bentuk tubuh Anda tetap bagus.
Bersepeda
Selain
mudah, bersepeda juga bagus untuk dilakukan di trimester pertama. Kegiatan ini
dapat mengurangi ketegangan pada organ-organ kehamilan. Bagi ibu hamil yang
merasa malas untuk berolahraga, bersepeda adalah alternatif yang mengasyikkan.
Selain itu, bersepeda juga mencegah ibu agar tidak mudah terluka.
Yoga dan Teknik Relaksasi
Yoga dan
relaksasi dapat membantu Anda merasa lebih nyaman. Selain itu, teknik ini juga
dapat mempermudah proses kelahiran. Kegiatan ini dapat menurunkan stress dan
kondisi fisik yang kurang nyaman. Kegiatan ini juga membantu meningkatkan
kemampuan fisik dan mental.
Senam Pilates
Senam
pilates bisa memperkuat otot-otot, mempertahankan bentuk badan dan mencegah
rasa sakit serta penambahan berat badan. Sering-seringlah menghadiri latihan
senam ini dan meminta kepada instruktur pelatihan senam untuk ibu hamil. Karena
senam ini sangat baik dilakukan terutama di trimester pertama.
Stretching
Stretching sangat baik dilakukan saat
trimester pertama. Dalam sehari, Anda dapat melakukan stretching
sebanyak yang Anda bisa. Latihan fisik ini juga dapat dilakukan setiap akan
melakukan olahraga lain. Kegiatan ini dapat menurunkan risiko terjadinya luka
dan komplikasi saat hamil maupun melahirkan.
Senam Kegel
Senam ini
dapat memperkuat otot-otot yang bekerja saat proses melahirkan. Selain itu juga
dapat menunjang bentuk tubuh dan mengurangi rasa sakit serta mencegah kelebihan
berat badan bagi wanita hamil.
Itulah beberapa olahraga yang baik dilakukan selama
trimester pertama atau tiga bulan awal kehamilan. Namun, untuk tips kesehatan
yang paling sesuai dengan Anda, ada baiknya jika mengonsultasikannya lebih
lanjut dengan dokter.
Label:
kesehatan Ibu dan anak
Langganan:
Postingan (Atom)


